Kota Surabaya

Mahasiswa KKN Ciptakan Vertical Garden Guna Atasi Banjir Rob di Pekalongan

Salah satu daerah di Kota Pekalongan, tepatnya di Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, kerap menjadi langganan banjir rob. Sayang, pengetahuan masyarakat dalam mengatasi hal tersebut terbilang masih rendah.

Bermaksud mengatasi permasalahan tersebut, dua mahasisswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang sedang melangsungkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) memberikan solusi untuk warga. Mereka adalah Arifani Adibah dari Fakultas Keperawatan (FKp) dan Indah Hikmawati dari Fakultas Ilmu Sosial dan imu Politik (FISIP).


Arifani selaku ketua kelompok menuturkan bahwa Kelurahan Pasirkratonkramat selalu menjadi langganan banjir rob. Akibatnya, tanaman-tanaman tidak dapat tumbuh pada lahan yang terdampak air rob tersebut dan akhirnya akan menimbulkan kerugian.

“Dengan memanfaatkan botol bekas sebagai tempat menanam, diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif dalam bercocok tanam. Di samping mendukung gerakan sadar lingkungan, penataannya yang secara vertikal pada tembok bangunan pun dapat membuat ruang tampak lebih efisien,” ujar Arifani pada Minggu (26/7/2020).

Di samping itu, lanjut Arifani, cara membuat vertikal garden dari botol bekas sangatlah mudah, terlebih tidak membutuhkan banyak biaya. Tanaman yang digunakan, yaitu jenis tanaman hias dan tanaman obat keluarga.

Banjir rob merupakan banjir yang airnya berasal dari air laut dan diakibatkan oleh pasangnya air laut, hingga air yang pasang tersebut menggenangi daratan. Selain menyebabkan tanah tidak subur dan rusak, banjir rob dapat mengakibatkan kelangkaan air bersih.

Selain mengatasi masalah banjir rob yang terjadi, Arifani dan Indah tak lupa memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan ditengah pandemi. Menurut keterangannya, ia mengajarkan cara membuat hand sanitizer yang benar. Selain dapat digunakan sendiri, hand sanitizer tersebut dapat dijual kembali untuk mendapatkan rupiah.

“Kami dan pihak SDN Kraton Kidul bekerja sama untuk menbuat media pembelajaran selama siswa belajar di rumah dalam bentuk video. Media pembelajaran ini ditujukan untuk kelas II SD, dengan tema Hidup Bersih dan Sehat,” terangnya.

Video tersebut nantinya dimasukkan ke dalam vcd dan disalurkan kepada semua siswa kelas II. Tujuannya supaya proses belajar selama di rumah bisa terbantu dan lebih efisien.

“Awalnya informasi mengenai KKN begitu simpang siur tanpa kejelasan, akibatnya banyak mahasiswa kebingungan. Terlebih pihak yang mengurusi KKN tidak responsif ketika ditanyai mekanisme KKN tahun ini. Tapi semoga saja ke depan dapat lebih baik agar KKN selanjutnya dapat lebih maksimal,” pungkasnya. (sumber : unair news)

Kirim Komentar