Jawa Timur

Gubernur : Pemulihan Ekonomi jadi Pendorong Percepatan Penanganan Covid-19

Gerakan pemulihan ekonomi bisa dimaksimalkan oleh masing-masing daerah sesuai dengan kondisi yang ada. Pemulihan ekonomi ini sekaligus jadi pendorong percepatan penanganan pandemi Covid-19.


Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Rapat Koordinasi Penyerapan Anggaran dan Pemulihan Ekonomi Tahun 2020 pada Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota se- Jawa Timur di Dyandra Convention Center, Senin (27/7).

Dikatakan, saat ini ada lima kabupaten dan kota di Jatim yang persentase realisasi belanjanya terbesar, yakni Kabupaten Madiun sebesar 46,31 persen, Pacitan 46,22 persen, Situbondo 45,73 persen, Bondowoso 45,16 persen dan Ponorogo 44,61 persen.

Sementara untuk lima daerah terkecil persentase belanja diantaranya, Sumenep 20,35 persen, Bojonegoro 22,35 persen, Kota Kediri 27,23 persen, Kabupaten Kediri 29,11 persen dan Nganjuk 30,60 persen.

“Mohon kita saling menguatkan antar daerah,” tegas Gubernurdi depan peserta rakor yang dihadiri seluruh Bupati Walikota, serta Sekda dan Inspektorat masing masing kabupaten dan kota ini.

Realisasi dan penyerapan anggaran, lanjut Gubernur, harus dimaksimalkan. “Kemarin juga mungkin karena pandemi ini lumayan berdampak, kemudian kehati-hatian, kekhawatiran, sehingga mereka menahan realisasi anggaran itu,” terangnya.

Khofifah juga menyampaikan pesan Presiden pada pertemuan 15 Juli 2020, salah satunya adalah keseimbangan antara pengendalian Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Terkait permodalan, Khofifah mengungkapkan, ada beberapa sektor yang kecil dampaknya akibat Covid-19, yaitu peternakan, perikanan, dan pertanian. Kemudian terakhir produk tekstil turut terdampak tapi berangsur sudah pulih.

“Nah ini harus diidentifikasi lebih detail. Kenapa juga kita mengundang Kanwil BI, kenapa kita juga mengundang Kanreg OJK, tentu harapannya selain realisasi anggaran yang kita harapkan bisa dimaksimalkan dengan pendampingan,” imbuhnya.

Pendampingan tersebut, antara lain dari Kejati (Kejaksaan Tinggi) jika tingkat Provinsi, kemudian ada BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), kemudian juga dari Polda. Sedangkan Kabupaten Kota, dengan Kejari (Kejaksaan Negeri), dengan Polres.

Sebagai informasi, situasi Covid-19 di Jatim hingga tanggal 26 Juli pukul 16.00 kumulatif konfirmasi 20.538, dalam perawatan 6.632 (32,27 persen), konfirmasi sembuh 12.318 (60 persen) dan konfirmasi meninggal 1.589 (7,73 persen).

Kirim Komentar