Ekonomi Bisnis Kota Surabaya

Ekspatriat Cilik Excited Melihat Container

SurabayaSatu, Surabaya – “Woowww… that’s the big ship”, teriak salah satu anak berambut pirang berkewarganegaan Amerika. Beda dari biasa, tiba-tiba kali ini suasana kantor Terminal Petikemas Surabaya (TPS) tampak ramai dengan celoteh anak-anak dengan logat fasih inggrisnya, tampaknya mereka adalah rombongan dari Surabaya Intercultural School (SIS) yang sedang berkunjung di TPS, pada Jumat (29/3). Kunjungan 22 siswa SIS tersebut diterima langsung oleh Vice President Director PT TPS, Kenneth Law.

Dalam kesempatan tersebut, Kenneth menyampaikan rasa bahagianya para generasi cilik yang sangat luar biasa ini bisa berkunjung ke TPS, “This is your first time visit to Sea Port, enjoy and follow the rule”, pesannya kepada para siswa-siswi asing yang berasal dari beberapa negara ini.

Michael, salah satu guru pendamping dari SIS menyampaikan bahwa ini kunjungan kedua kami di TPS, dan para siswa memang sangat antusias ingin tahu tentang dunia kepelabuhanan, meski di usia yang masih sangat dini, dan kunjungan ke pelabuhan ini adalah momen yang sudah sangat dinanti-nantikan oleh para ekspatriat cilik ini. “One of the best field trips of the year”, ungkap Michael.

Retno Tri Utami, HRD & Management Assistan Manager TPS menjelaskan gambaran umum tentang Pelabuhan kepada anak-anak tersebut, dimana Terminal Petikemas Surabaya merupakan pintu gerbang pengiriman barang dari/ke dalam maupun luar negeri.

“Baju yang kalian gunakan, gadget ataupun komputer dan semua kebutuhan kalian, dikirim/diterima ke/dari luar pulau dan bahkan luar negeri dengan menggunakan petikemas yang diangkut oleh kapal, dan turun/berangkat di Terminal Petikemas Surabaya,” ungkap Retno.

Siswa yang rata-rata berkewarganegaraan asing tersebut tampak antusias menyimak dan bahkan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan Retno. Pertanyaan dan ungkapan polospun terlontar, seperti yang ditanyakan siswa asal Polland, Alex, dia menanyakan Bagaimana apabila ada tsunami datang di pelabuhan?

Tidak hanya itu, April, salah satu pegawai TPS, pada kesempatan tersebut juga memberikan gambaran tentang pelabuhan kepada para siswa, memutarkan video animasi Napo, dimana dalam video tersebut menggambarkan pentingnya melindungi diri dari bahaya dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, rompi dan sepatu safety.

Setelah itu mereka juga diajak berkeliling dunia menggunakan alat peraga berupa media peta/map, mainan kapal-kapalan dan miniatur salah satu alat Bongkar muat yakni Reach Stacker. April memberikan ilustrasi tentang perputaran pengiriman barang via laut dengan menggunakan alat peraga tersebut, yakni bagaimana kapal membawa banyak petikemas yang berisi barang-barang, berlayar di perairan samudera dunia menuju ke atau berangkat dari pelabuhan di Terminal Petikemas Surabaya.

Tidak hanya mendapatkan penjelasan di dalam ruangan saja, tetapi mereka juga diajak berkeliling ke tower lantai 8 dimana itu merupakan ruang kontrol terminal dan mereka juga diajak Port Tour ke terminal melihat kapal yang sesungguhnya yang sedang sandar, melihat tumpukan petikemas, dan alat-alat bongkar muat di pelabuhan.

Dan tidak hanya para siswa siswi yang terpukau dengan keseruan Port Tour ini, tetapi juga guru pendamping dan orang tua murid pun merasa happy, karena mereka juga dapat belajar tentang dunia kepelabuhan bukan hanya dari buku tetapi secara langsung menyaksikan business process dari dekat.

Legal and Commercial Manager TPS, Erika A. Palupi menyampaikan bahwa TPS akan selalu terbuka menerima kunjungan-kunjungan dari sekolah-sekolah maupun universitas, “Kami akan senang mengenalkan dunia kepelabuhanan kepada para generasi muda, karena ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan khususnya di Indonesia,” ungkap Erika.

Advertisement

Kirim Komentar