Jawa Timur

Bukan Defisit, Kediri Justru Surplus Beras

SurabayaSatu, KEDIRI – Eva Sundari menghadiri acara penyerahan alat-alat pertanian atau alsintan dari Kementrian Pertanian pada beberapa poktan dan gapoktan di Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Kamis (21/2/2019) lalu.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Kediri, Auditor BPK Prof Rizal Ramli, Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Dr Ir Gatot Irianto MS, dan Dr Haryati, Bupati Kab Kediri serta Kepala Dinas Pertanian Kediri, Widodo Imam Santosa serta Camat Papar, Gembong Prayitno.

Dalam sambutannya Bupati Kediri mengeluhkan adanya perbedaan laporan kinerja Kab Kediri terkait produksi beras. Menurut BPS, Kabupaten Kediri mengalami defisit hasil pertanian sementara Kementan menyatakan sebaliknya, surplus.

“Kami memberikan laporan bulanan kepada Kementan, jadi data Kementan lebih akurat karena berdasar populasi bukan sample seperti BPS,” ungkap Bupati Harjati sambil membacakan perbandingan angka-angka.

Selain itu, Bupati juga mengeluhkan keterpaksaan para petani Kediri untuk membeli pupuk organik pabrikan sebagai syarat pembelian pupuk bersubsidi, sementara petani Kediri sudah mampu menproduksinya secara mandiri.

“Kita catat, dan saya harap bu Eva Sundari bisa menulis rekomendasi ke Kementan untuk dasar kami mengambil revisi kebijakan di Kementrian,” kata Dirjen Gatot Irianto dalam pidato sambutannya.

Eva Sundari mengapresiasi kinerja Pemerintah dan Bupati Kediri yang mempunyai komitmen politik kuat terhadap kesejahteraan petani dan kemajuan pertanian.

“Saya mendukung Bupati Kediri yang serius mengembangkan pertanian organik sehingga menginspirasi saya untuk membuat denplot padi MSP di Ngancar, Kandangan, Wates serta padi PIM yang ada di Plemahan. Saya ingin bersama para petani mewujudkan ketahanan benih lokal untuk mendukung kedaulatan pangan di Kediri,” kata Eva Sundari.

Di saat yang sama, Auditor BPK Prof Rizal Jamil mengingatkan pentingnya komunikasi langsung dan intensif antara DPR dan petani agar pelayanan Kementan dan sebaliknya support petani ke Pemerintah dapat dijaga secara konstan.

“Anggota DPR itu penyambung lidah rakyat, termasuk petani. Hari ini kita mendapat banyak isu strategis untuk kita tindaklanjuti ke Jakarta demi menciptakan kemajuan demi kemajuan,” nasehat Prof Rizal di penghujung acara.

Advertisement

Kirim Komentar