Kota Surabaya

Yello Hotel Ajak Anak Muda Tanam 1000 Bibit Bakau

SurabayaSatu, SURABAYA – Keberadaan hutan bakau memiliki peranan penting bagi Kota Surabaya. Selain mencegah abrasi, hutan bakau juga berfungsi sebagai penetralisir masuknya air laut, dan menjadi rumah bagi satwa, seperti biawak, kura-kura, ular, monyet, dan burung.

Masih dalam momen Hari Sejuta Pohon Sedunia yang diperingati setiap 10 Januari, Yello Hotel Jemursari berkolaborasi dengan komunitas Earth Hour Surabaya mengajak remaja Surabaya menggelar aksi Mangrove Green Concert 3.0 atau Mager 3.0.

Selain untuk menyebarkan semangat positif, kegiatan ini juga untuk memberi edukasi kepada masyarakat akan pentingnya keberadaan ekosistem hutan bakau.

Berlokasi di Ekowisata Bakau Gunung Anyar, 150 remaja ini penuh semangat menyuarakan aksi peduli terhadap kondisi lingkungan saat ini dengan menanam 1000 bibit bakau Rhizopora di lahan yang sudah disiapkan.

Pemilihan tanaman bakau ini didasari oleh kondisi alam yang saat ini semakin tidak kondusif, sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

“Saat ini, fenomena pemanasan global terjadi kian parah. Kita tidak bisa lagi menjadi manusia yang egois. Dengan kegiatan ini banyak semangat positif, melakukan aksi baik untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Thesis, Operational Manager Yello Hotel Jemursari.

Tepat pukul 08.30 WIB, kegiatan dibuka dengan sosialisasi cara menanam bibit bakau yang baik dan benar, kemudian para peserta berjalan menuju lokasi penanaman yang berjarak kurang lebih 15 meter.

Antusiasme yang tinggi terpancar dari wajah para peserta, saling bertukar pikiran untuk mengkrabkan diri satu sama lain.

“Senang banget bisa ikut kegiatan seperti ini, selain menambah wawasan juga bisa membangun rasa peduli kepada lingkungan. Karena jika bukan kita yang peduli, siapa lagi?” ungkap Dimas, salah satu peserta. Hal yang sama juga diakui peserta yang lain.

Kondisi hutan bakau yang didominasi oleh tanah liat bercampur lumpur, membuat para peserta tidak jarang terperosok kedalam lumpur sedalam mata kaki hingga di bawah lutut.

Tapi hal itu tidak menjadi halangan yang membuat mereka berhenti, justru kondisi tersebut membuat suasana semakin akrab dan cair. Melakukan aksi baik bersama-sama membuat semangat gotong royong yang terjalin semakin kuat. (hdl)

Advertisement

Kirim Komentar