Jawa Timur

Pakde Karwo : Pinter itu Penting, tapi Kesantunan tetap Pertama

SurabayaSatu, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mengingatkan kepada seluruh pegawai di lingkungan Badan Pendapatan (Bapenda) Jatim untuk selalu menjaga budaya perusahaan, atau corporate culture yang baik dan positif.

Ini karena Bapenda Jatim merupakan salah satu OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya dalam pelayanan pajak.

Hal itu disampaikan Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim saat Silaturahmi Silaturahmi Gubernur Jatim, beserta Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si beserta dengan Pejabat dan staf Bapenda Jatim di Ruang Loka Artha Praja, Kantor Bapenda Jatim, Jl. Manyar Surabaya, Rabu (23/1) siang.

Pakde Karwo mengatakan, budaya perusahaan yang diharapkan agar selalu dijaga itu berkaitan dengan hal sopan santun. Apalagi sikap tersebut dinilai bersentuhan langsung dengan masyarakat. Untuk itu, Pakde Karwo meminta agar hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi para Kepala Bapenda.

“Orang Bapenda itu basisnya etika, dan moralnya baik, memang pinter itu penting, tapi kesantunan tetap yang pertama. Ini local wisdom khas Bapenda, dan selain kebanggaan terhadap instansi,” katanya.

Salah satu implementasi corporate culture yang baik, imbuh gubernur kelahiran Madiun ini, dapat diimplementasikan saat terjun bertugas di lapangan. Dimana saat bertemu masyarakat, pegawai Bapenda mengenakan seragam khasnya yang berwarna cokelat muda.

“Ingat, ini bukan sekedar seragam, tapi menjadi identitas, ini harga diri, ini corporate culture. Jadi saat bertugas di lapangan, berikanlah kesan dan pelayanan yang baik, seragam ini merupakan citra bahwa anda adalah orang terpercaya dari Pemprov Jatim,” imbuh Pakde Karwo, yang hadir dengan mengenakan seragam Bapenda.

Dalam kesempatan itu, Pakde Karwo juga berpamitan kepada seluruh keluarga besar Bapenda Jatim. Gubernur yang akan memasuki masa purna tugas itu meminta maaf serta berterima kasih atas kontribusi besar Bapenda Jatim, baik secara individu, maupun bagi keberhasilan pembangunan, dan kemajuan Provinsi Jawa Timur.

“Kami dibesarkan disini, kami mendapat rejeki dan merintis karier sebagai ASN hingga mencapai puncak, juga tidak lepas dari jasa besar Bapenda. Semoga Bapenda semakin baik, sungguh luar biasa apa yang telah diberikan Bapenda kepada kami, baik dari kelembagaan, maupun pertemanan. Terima kasih,” ujarnya.

Senada dengan Pakde Karwo, istri Gubernur Jatim, Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si juga mengucapkan terima kasih kepada Bapenda Jatim. Menurut Bude Karwo-sapaan akrabnya, ikatan emosional dirinya dengan Bapenda Jatim sangat kuat dan melekat.

“Kami telah empat puluh tahun bersama, dimana Mas Karwo mulai merintis karier sebagai ASN di Bapenda pada Tahun 1979. Jadi disinilah kami digembleng, dibesarkan, dan ditempa oleh para senior. Kami tidak akan bisa berdiri disini dengan kapasitas yang sekarang tanpa didikan para senior Bapenda,” katanya.

Salah satu kenangan yang berkesan, lanjut Bude Karwo, adalah pada tahun 1983 dimana Pakde Karwo diangkat menjadi Kepala Kantor Cabang Bapenda Surabaya Selatan. Otomatis, wanita kelahiran Balikpapan ini juga menjadi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) di kantor tersebut.

“Padahal ketika itu saya masih berusia 23 tahun, dan sedang menyelesaikan skripsi. Rasanya saya mau menangis, karena anggota DWP saat itu mayoritas sudah senior, bahkan ada yang seusia ibu saya. Tapi Alhamdulillah, ternyata ibu-ibu DWP malah mengemong kami, dan akhirnya kita bisa bersama-sama memajukan DWP,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Jatim, Budi Priyo Suprayitno mengatakan, dirinya bangga karena pada kesempatan ini Pakde Karwo mengenakan seragam Bapenda. “Sudah lebih dari limabelas tahun bapak menanggalkan seragam Bapenda, yakni saat bapak menjadi Sekdaprov Jatim, lalu dilanjutkan menjadi gubernur dua periode. Kami keluarga besar Bapenda merasa terhormat,” katanya.

Menurut Kepala Bapenda Budi, Pakde Karwo bukan hanya putra terbaik Bapenda, tetapi juga Jawa Timur, dan nasional. “Pakde Karwo telah mampu mengukir segudang prestasi dan melahirkan berbagai inovasi, yang tidak hanya diakui secara nasional, tapi juga dunia internasional” pujinya.

Mewakili staf Bapenda, Tutik Wahyu Widarti mengatakan, dirinya memiliki pengalaman berkesan terhadap sosok Pakde Karwo, tepatnya ketika Pakde Karwo masih menjabat sebagai Kepala Bapenda Jatim. Menurutnya, saat di kantor, Pakde Karwo sangat tegas dan disiplin, namun ketika di rumah, Pakde Karwo sangat merakyat.

Salah satu ketegasan tersebut adalah disposisi surat harus diselesaikan di kantor, dan jika surat tersebut tidak mendesak dan penting, tidak perlu dibawa ke rumah beliau. Sehingga sangat jarang ada surat yang dibawa ke rumah. Namun suatu hari, ada surat yang datang mendadak, harus segera didisposisi dan diantar ke rumah.

“Saat sampai di rumahnya, saya terkaget-kaget, ternyata Pakde Karwo di rumah itu sangat merakyat, dan family man. Beliau ya menyapu, bersih-bersih rumah, bahkan memasak nasi goreng untuk anak dan istrinya” ujarnya.

Kesan berikutnya adalah saat Pakde Karwo meminta dicarikan salah satu peraturan daerah (Perda). Ketika itu, di Bapenda ada staf khusus yang mengurus dan menyimpan arsip Perda. Namanya adalah Pak Sudarto (almarhum), menurut Pak Sudarto, perda tersebut sudah disiapkannya di meja Pakde Karwo.

Mungkin, imbuh Tutik, Pakde Karwo belum menemukan Perda tersebut karena berkas di mejanya sudah menumpuk. Kemudian Pakde Karwo memerintahkan staf-stafnya di ruangan untuk mencari. Tapi belum sempat menemukan Perda itu, Pakde Karwo sudah keluar ruangan, hal ini semakin membuat teman-teman deg-degan.

“Dalam hati, saya dan teman-teman bertanya-tanya, ada apa lagi ini? Perda belum ketemu kok sudah keluar ruangan,” kata Tutik.

Ternyata, diluar dugaan Pakde Karwo justru meminta maaf, sambil merangkul Pak Sudharto. “Ngapunten nggih Pak Sudharto, saya khilaf. Ternyata Perda-nya sudah ketemu di meja saya, ini yang membuat saya sangat terkesan dengan sosok beliau,” imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim, Dr. Ir. I Made Sukartha, CES, para pejabat struktural dan staf Bapenda Jatim, para mantan Kepala Bapenda Jatim, mantan pejabat dan staf di Bapenda Jatim, serta wartawan dari berbagai media. (jan)

Advertisement

Kirim Komentar