Ekonomi Bisnis

ICP 2018 Capai Rata-rata 67,47 Dollar AS per Barel

ICP 2018 Capai Rata-rata 67,47 Dollar AS per Barel

SurabayaSatu, JAKARTA – Ekonomi global 2018 yang bergerak dinamis menguntungkan investasi sektor ESDM, utamanya terkait kenaikan harga minyak dunia.

Nilai investasi ESDM pada periode tahun lalu kembali menggeliat di angka 32,2 miliar Dollar AS dari tahun 2017 yang hanya 27,5 miliar Dollar AS.

“Investasi sektor ESDM sesuai laporan yang kami terima tahun 2018 itu mencapai 32,2 miliar Dollar AS. Ini lebih baik dibanding 2017 sebesar 27,5 miliar Dollar AS. Angkanya dari 2015-2018 itu kurang lebih hampir menyamai investasi di sektor ESDM di 2015 yaitu 32,3 miliar Dollar AS,” ungkap Menteri ESDM Ignasius Jonan di hadapan awak media di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (4/1).

Geliat investasi ini tak lepas dari imbas merangkaknya Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Oil/ICP) dari awal Januari hingga Oktober 2018. Pada bulan tersebut, ICP sempat menyentuh level 77,5 Dollar AS per barel sebelum akhirnya turun kembali di bulan berikutnya, yaitu 62,9 Dollar AS per barel.

Kondisi ini turut mempengaruhi investasi sektor Migas di tahun 2018 dengan memperoleh nilai sebesar 12,5 miliar Dollar AS disusul kemudian minerba (11,3 miliar Dollar AS), listrik (6,8 miliar Dollar AS) dan EBTKE (1,6 miliar Dollar AS).

Sementara itu, Pemerintah telah melakukan mitigasi kebijakan yang tepat guna agar gejolak ekonomi global yang menekan harga minyak dunia tidak mempengaruhi daya beli masyarakat.

Salah satu hal penting yang diantisipasi adalah komitmen Pemerintah tidak menjaga tarif listrik dan BBM agar terjangkau oleh semua masyarakat hingga akhir tahun 2019 ini.

“Yang penting adalah pemerintah tetap berkomitmen untuk tarif listrik itu kan dievaluasi tiap tiga bulan. Tapi sampai akhir tahun diharapkan tidak ada perubahan tarif listrik. Juga harga BBM sampai sekarang untuk premium atau gasoline 88, dan gasoil C48 itu kira-kira pertimbangan untuk (tidak ada) kenaikan harga,” tegas Jonan.

Sementara itu, target investasi sektor ESDM di tahun 2019 ditetapkan sebesar USD 33,34 miliar, turun dari target di 2018 yang sebesar USD 37,2 miliar.

Apalagi mengingat tekanan harga minyak dunia dalam dua bulan terakhir mengalami penurunan. Sebagaimana terjadi pada bulan Desember 2018 lalu, melimpahnya produksi minyak mentah dunia sesuai laporan dari publikasi International Energy Agency (IEA) dan OPEC bulan Desember 2018.

Rata-rata produksi minyak mentah OPEC di bulan November 2018 mengalami peningkatan sebesar 100 ribu barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya dan proyeksi pasokan minyak mentah negara-negara Non-OPEC di kuartal 4 2018 meningkat sebesar 180 hingga 400 ribu barel per hari menjadi 61,2 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.

Belum lagi ditambah kekhawatiran pasar atas melemahnya perekonomian global akibat eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta ketidakpastian Brexit yang dapat membebani perekonomian Eropa. (zulkarnain iskandar | foto : istimewa)

Advertisement

Kirim Komentar