Jawa Timur

Beras Jatim Surplus 2.486.511 Ton

SurabayaSatu, SURABAYA – Sepanjang tahun 2018, produksi beras di Jawa Timur mengalami surplus hingga 2.486.511 ton. Catatan ini diperoleh dari hasil produksi yang mencapai 6.053.467 ton, dikurangi konsumsi per kapita 91,26 kilogram per kapita per tahun. Sehingga total konsumsi beras masyarakat Jatim adalah 3.566.916 ton.

“Secara umum kebutuhan bahan pokok di Jatim surplus. Kecuali bawang putih dan kedelai mengalami defisit karena tanaman sub tropis dan harus mengimpor dari Tiongkok atau India,” jelas Heru Tjahjonousai, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, saat menghadiri peluncuran Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium untuk wilayah Jawa Timur Tahun 2019, di kantor Perum BULOG Subdivre Surabaya Utaradi Sidoarjo, Kamis (10/1/2019).

Heru mengatakan, komoditi lain yang mengalami surplus antara lain jagung sebesar 6,42 juta ton, bawang merah 0,13 juta ton, susu 101.646 juta ton, telur ayam 0,17 juta ton dan daging sapi 8,116 juta ton.

Surplus kebutuhan bahan pokok di Jatim digunakan untuk mensuplai provinsi lain yang defisit seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Selatan, NTT, NTB, Maluku dan wilayah lain di kawasan Indonesia Timur.

Dijelaskan pula, untuk menjaga stabilitas kebutuhan bahan pokok di Jatim, pemprov terus melakukan sejumlah progran prioritas, antara lain monitoring, pengawasan harga, stok, dan distribusi bahan pokok di pasar rakyat, titel modern dan gudang distributor.

Dalam kesempatan yang sama juga dijelaskan, Pemprov juga mengoptimalkan gerai pangan sebanyak 7.100 Rumah Pangan Kita (RPK) milik Bulog, 159 Toko Tani Indonesia (TTI) oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, 357 gerai e-warung oleh Dinas Sosial, dan 10 Gerai Kios Pangan oleh Disperindag.

“Kami juga terus melakukan operasi pasar mandiri oleh produsen atau distributor secara berkelanjutan,” katanya. (sp, dwi nugroho | foto : ilustrasi)

Advertisement

Kirim Komentar